Today : Wed, 12 Dec 2018

Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Lombok Terkendala Pasokan Listrik  Post By Admiin   15/08/2018 - 4 bulan lalu

Pemulihan jaringan telekomunikasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dilakukan oleh operator telekomunikasi dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Masih ada sekitar 109 base transceiver station (BTS) yang belum bisa dioperasikan kembali karena terkendala pasokan listrik dan gempa susulan yang masih terjadi.

Pit Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza mengatakan, sejak Senin (06/8) pecan lalu hingga Minggu (12/8) siang, tercatat sudah 835 dari 944 base transceiver station (BTS) berteknologi jaringan 2G, 3G, dan 4G yang terdampak gempa sudah bisa dipulihkan dan digunakan kembali untuk inelayani kebutuhan telekomunikasi masyarakat.

Terdapat sekitar 109 BTS yang masih belum bisa digunakan akibat sejumlah gempa bumi susulan di Lombok. Pemulihan BTS yang terdampak gempa masih terkendala pasokan listrik PLN dan hambatan distribusi BBM untuk genset," ujar Noor Iza, dalam keterangannya, Senin (13/8).

Menurut dia, upaya operator telekomunikasi untuk pemulihan layanan dilakukan pula dengan cara memobilisasi radio power ke Lombok Utara sebagai wilayah terparah

terdampak gempa. Selain itu, operator mengintegrasikan jaringan yang menghubungkan pulau lain agar bisa tetap memberikan layanan telekomunikasi kepada pelanggan seluler di Lombok dan Bali.

"Perbaikan BTS ke beberapa daerah terdampak relatif parah karena gempa bumi belum bisa dilakukan karena pertimbangan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan pihak berwenang," tambahnya.

Sementara itu, BTS di Gili Meno sudah bisa digunakan kembali setelah dilakukan penggantian receiver modul. Di Bayan dan Sembalun Lombok Utara, BTS pun sudah kembali bisa digunakan setelah adanya dukungan pasokan listrik dari genset portable yang disiapkan oleh operator telekomunikasi. Satu unit mobile BTS juga telah dioperasikan di Tanjung Teros, Lombok Utara.

Telepon Satelit

Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (Bakti) Kemenkominfo akan menambah 21 unit telepon satelit untuk mendukung koordinasi penanganan bencana gempa bumi Lombok, NTB pascagempa bumi 7,0 SR yang terjadi pada Minggu (5/8) guna mengatasi keterbatasan jaringan telekomunikasi, terutama di kawasan yang terdampak parah gempa di Lombok Utara.

"Senin (13/8), 11 unit telepon satelit dikirimkan ke Lombok oleh Bakti Kemenkominfo dan menyusul 10 unit pada hari Rabu (15/8)," tutur Noor Iza.

Sebelumnya, Bakti juga telah menambah 2 unit stasiun penerima sinyal dari satelit (very small aperture terminal /VSAT) portabel dan 2 akses internet kabel fiber untuk digunakan

dalam penanganan bencana gempa bumi.

Dua unit VSAT dipasang di Posko Kantor Lurah Lingsar dan Posko BNPB di Kabupaten Lombok Utara. Sedagkan akses internet kabel fiber digunakan di media center dan Posko Loloan, Kecamatan Bayan.

Sementara itu, 9 unit VSAT portabel yang disediakan oleh Bakti Kemenkominfo sejak tanggal 3 Agustus 2018 masih bisa beroperasi dan digunakan untuk mendukung pos koordinasi penanganan bencana. VSAT ditempatkan di Posko Madayin, Sembalun, BNPB

Lombok Utara, Kantor Bupati Lombok Utara, Desa Mentareng, Desa Obel-Obel, Sankareang, Sambik Elen, Bayan, dan Desa Pamenang.

Kemenkominfo juga telah memfasilitasi Posko Media Center di Lapangan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Fasilitas ini dapat digunakan oleh pekerja media yang akan menjalankan tugas jurnalistik. Pendirian media center dibantu oleh Badan Nasional

Penanganan Bencana (BNPB) dan TNI. Sebelumnya, media center di Kantor Gubernur NTB sudah dibangun dan telah beroperasi untuk mendukung kebutuhan pekerja media dan koordinasi petugas penanganan bencana.

Sebagai informasi, di Provinsi NTB, layanan telekomunikasi selama ini setidaknya didukung oleh beroperasinya 7.418 BTS site layanan 2G, 3G, dan 4G. Semua penguat sinyal tersebut didorong bisa melayani kebutuhan komunikasi secara merata sampai ke seluruh

wilayah dan pelosok NTB.

Menurut Noor Iza, kendala utama pemulihan BTS adalah pasokan listrik dari PLN dan kurangnya bahan bakar minyak untuk genset. Selain itu, ada beberapa BTS yang masih terisolir dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan yang terbatas.

Namun demikian, operator telekomunikasi seluler telah berusaha untuk mengalihkan akses jaringan telekomunikasi ke BTS terdekat agar bisa segera digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat Operator telekomunikasi juga terus memobilisasi genset dan baterei cadangan agar BTS yang ada bisa segera digunakan kembali.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun telah meminta Tim Kemenkominfo serta operator telekomunikasi memberikan prioritas dukungan

telekomunikasi dan pemulihan jaringan pada lokasi pos koordinasi (posko) dan tempat pengungsian.

Jumlah Korban

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Lombok, NTB, hingga Senin kemarin, bertambah menjadi 436 orang.

"Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa.

Evakuasi korban yang tertimbun bangunan runtuh dan longsor masih dilakukan oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan," jelas dia, seperti dikutip Antara.

Jumlah korban meninggal dunia terbanyak ada di Kabupaten Lombok Utara mencapai 374 orang. Kabupaten Lombok Barat 37 orang. Kabupaten Lombok Timur 12 orang. Kota Mataram 9 orang. Kabupaten Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sedangkan korban luka-luka tercatat 1.353 orang, terdiri atas 783 luka berat dan 570 luka ringan.

Sumber : kominfo.go.id